August 24, 2008

Seandainya Cuma Ada Ramadhan

Filed under: renungan qolbu

" Namaku Hamdhan ", 

Sebelas umurku,  Cari aku di kolong jembatan layang di malam hari. Aku suka Ramadhan,  Bulan puasa itu Bebaskan aku dari puasa tak menentu, Terpaksa tak makan karena memang tak ada yang bisa disantap. Tinggal datang ke masjid mushala… Ada makanan enak menanti. Ta’jil katanya, pembuka puasa.

" Aku Tono "

Aku suka Ramadhan, Karena majikanku berpuasa dari mengomel, memukuliku, Jika aku salah atau lambat kerja. Padahal aku ‘kan sering capek dan juga ingin bermain di sembilan tahunku…

Ramadhan...? Aku suka itu !?!

Pundi-pundi berisi penuh, Tak cuma koin receh,  Tapi juga uang kertas, Yang mereka lemparkan dari balik kaca mobil mewah Saat kusodorkan di lampu merah

Bulan puasa itu membuat tiba-tiba banyak orang baik dan bersedekah ya ?

Jadi ibuku bilang: "Amir, ada sisa untuk ditabung, mudah-mudahan kamu bisa
sekolah lagi .. "

" Suka, aku suka sekali… Ramadhan itu ‘kan ?!  Bulan yang orang-orang jadi selalu makan enak untuk berbuka dan sahur Supaya tak terasa lemas dan lapar. "mereka bilang" Jadi harus ada kolak, es campur, kue-kue, makanan daging "

"Aku Anwar", si pengangkut keranjang belanja di pasar-pasar.  Senang, berbilang kali mondarmandir mengangkut tumpukan belanja ibu-ibu,
"Sstt, jangan bilang guru ngaji bahwa aku jadi sering batal, tak kuat puasa karenanya.."

" Bapakku *ndak* marah kok, aku ‘kan masih kecil, belum *baligh*

Asal ada uang yang bisa dibawa pulang

Kasihan bapakku lumpuh

Tak bisa cari uang sesudah kecelakaan di pabrik dulu

Kalau ingin ganti baju

Supaya tak tambal-tambal

Atau penuh lubang

Ya harus tunggu bulan setahun sekali

Bulan apa ya..

Pokoknya yang ada lebarannya itu..

Orang-orang kaya ganti baju

mungkin terlalu sesak lemarinya

Jadi aku dapat sisa

Tapi masih bagus bagus *kok*

Aku jadi bisa pakai berlapis

Tak terlalu dingin lagi di gubuk kecil terbuat dari kardus-kardus

Benar emak menasehati : .."Sabar *nduk*, *Gusti* Allah *ora sare*.."

Menenangkan rengekanku minta baju

Karena malu diejek

Ujang si gembel bajunya tembel

Kalau ingin sekali-sekali merasakan

Gantian

Orang berpunya mengejar si papa

Mereka yang berada

mengejar pengemis gelandangan (kadang menyingkat memanggil kami Gepeng…)

Mencari agar ada penerima zakat

Besok lebaran menjelang

Akan batal zakat fitrah sesudah shalat

Ikut saja bersamaku di malam takbiran

Tenang-tenang tiduran di emperan pinggiran jalan

Tergopoh-gopoh mereka datang

Membangunkan kami untuk terima zakat

Lucu, kali ini si empunya butuh orang miskin ..

Ada benarnya juga namaku si Untung…

kecil-kecil sudah beruntung…

Aku tahu bapakku miskin sekali

Sebagai kuli

Penghasilannya cuma dari angkut barang

Tapi ia tak bolehkan, aku Mamat anaknya, mengemis

Jadi menemani Bapak

Mengambilkan minum dan sesekali pijati punggungnya

Karena di Ramadhan ia banyak sekali angkut

mebel juga kulkas, tivi baru

Nanti kalau ada ceramah di kampung aku mau tanya pak kyai

Apa bulan puasa artinya ganti perabotan ya?

Ustadz Husni pernah bilang

Tuhan itu bisa berbuat apa saja

Maha Kuasa

Tuhan juga Pemurah

Mau mendengarkan doa dari siapa saja

Termasuk anak jalanan miskin terlantar

Ya Allah,

Hamdan, Amir, Tono, Anwar, Untung, Ujang, Mamat

Doa bersama

Mengemis padaMu

Jadikan cuma ada Ramadhan

Sepanjang tahun… Marhaban Ya Ramadhan…

Amin.


Faisal Yusuf

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://renunganqolbu.blogsome.com/2008/08/24/seandainya-cuma-ada-ramadhan/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















" Sebuah Catatan Untuk Kesejukan Hati "