Sesaat Sebelum TakBir…
Kuingat dulu begitu di tunggu-tunggu saat seruanMu dikumandangkan dari sejak isya sampai lepas subuh, bahkan, sampai matahari menyonsong hari yg fitri itu. hati ini turut bergembira menyambut hari kemenangan.
Mungkin aku bukan seorang yg religius, namun tetap kurasakan kegembiraan itu. Namun seiring dgn waktu kurasakan begitu sepi, begitu jauh, begitu datar, begitu hampa. tak ada lagi kegembiraan, tak ada lagi keriaan, tak ada lagi saat2 yg ditunggu-tunggu itu. yg ada hanya kegalauan, kecemasan, keheningan, kebosanan, kehampaan….
Semoga kita masih diberikanNya kekuatan dan umur panjang untuk kembali menyambut, utk kembali merasakaan kegembiraan itu, utk kembali merayakan saat yg paling di nanti-nanti itu. utk kembali menyadari arti fitri yg sebenar-benarnya, yg sesungguh-sungguhnya. tidak hanya sekedar menjalankan sebuah kewajiban bagaikan buruh yg selalu mengeluh tiada henti. ajarkan kami agar pandai bersyukur ya Allah
kembali sepi, hening, kembali….merenung…