Seandainya Cuma Ada Ramadhan
" Namaku Hamdhan ",
Sebelas umurku, Cari aku di kolong jembatan layang di malam hari. Aku suka Ramadhan, Bulan puasa itu Bebaskan aku dari puasa tak menentu, Terpaksa tak makan karena memang tak ada yang bisa disantap. Tinggal datang ke masjid mushala… Ada makanan enak menanti. Ta’jil katanya, pembuka puasa.
" Aku Tono "
Aku suka Ramadhan, Karena majikanku berpuasa dari mengomel, memukuliku, Jika aku salah atau lambat kerja. Padahal aku ‘kan sering capek dan juga ingin bermain di sembilan tahunku…
Ramadhan...? Aku suka itu !?!
Pundi-pundi berisi penuh, Tak cuma koin receh, Tapi juga uang kertas, Yang mereka lemparkan dari balik kaca mobil mewah Saat kusodorkan di lampu merah
Bulan puasa itu membuat tiba-tiba banyak orang baik dan bersedekah ya ?
Jadi ibuku bilang: "Amir, ada sisa untuk ditabung, mudah-mudahan kamu bisa
sekolah lagi .. "
" Suka, aku suka sekali… Ramadhan itu ‘kan ?! Bulan yang orang-orang jadi selalu makan enak untuk berbuka dan sahur Supaya tak terasa lemas dan lapar. "mereka bilang" Jadi harus ada kolak, es campur, kue-kue, makanan daging "
"Aku Anwar", si pengangkut keranjang belanja di pasar-pasar. Senang, berbilang kali mondarmandir mengangkut tumpukan belanja ibu-ibu,
"Sstt, jangan bilang guru ngaji bahwa aku jadi sering batal, tak kuat puasa karenanya.."
Mempercepat permohonan maaf itu sangatlah baik sebab manusia tidak tahu waktu yang pasti kapan kita meninggal dunia. "Apakah kita tahu seandainya kita masih diberi kehidupan oleh Allah sehingga kita harus menunggu Ramadan atau Idul Fitri untuk meminta maaf.